0

HARYO PRAMOE: Tiga Rahasia Resep Bisnis Kuliner

Inda Marlina   -   Minggu, 06 Juli 2014, 16:50 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Koki kondang Haryo Pramoe ternyata tidak segan membeberkan tiga rahasia “resep” bisnis kulinernya. Laki-laki yang namanya melambung dari acara memasak di alam terbuka di salah satu televisi swasta itu mengatakan untuk berbisnis rumah makan dibutuhkan “formula” atau konsep tertentu.

Formula utama bisnis rumah makan yang selalu dipegangnya adalah ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat mulai dari tukang parkir hingga pejabat duduk dalam satu ruang bersama. “Formula itu kemudian ditambah resep lain yaitu menyajikan makanan lokal, murah, dan unik,” ujarnya belum lama ini.

Salah satu bisnis kuliner milik Chef Haryo adalah rumah makan berkonsep angkringan atau tempat jajan pinggir jalan yang sering kali ada di Solo atau Yogyakarta. Di Solo, konsep tempat makan di atas gerobag dorong tersebut juga sering disebut dengan hik.

Lalu kenapa Solo? Ternyata, alasan ayah satu anak ini sederhana saja yaitu harga sewa di kota Bengawan tersebut masih jauh lebih murah dibandingkan dengan Jakarta. Meski pun rumah makan di Solo tersebut berada di tengah kota, tepatnya di seberang Istana Mangkunegaran, tetapi harga sewa jauh sangat murah dibandingkan Ibu Kota. “Harga sewa di Jakarta, terutama di mal, menurut saya sudah tidak masuk akal,” katanya.

Haryo menambahkan bila mendirikan rumah makan di Solo, dia bisa memperoleh harga lebih murah untuk mengembangkan bisnis.

Berdasarkan pengalamannya, harga sewa tanah di Solo untuk luas 500 meter persegi masih seharga Rp60 juta per tahun. Oleh karena itu Haryo memilih mendirikan bisnisnya di sana.

Mengenai sasaran pasar dan minat pembeli di Solo, Haryo mengatakan tidak terlalu khawatir karena semua orang menyukai makanan. Terlebih lagi, konsep rumah makan tersebut familiar dengan warga Solo. “Sewaktu ke sana, saya bahkan melihat simbok-simbok pun datang ke tempat para pejabat makan,” katanya.

Selain berbisnis rumah makan, Haryo juga mengembangkan hobinya menjadi sebuah profesi. Laki-laki yang lahir pada 8 Maret 1979 ini gemar untuk mendesain tempat makan. Kegemarannya itu menjadikannya sebagai konsultan untuk restoran.

 

Editor : Fatkhul Maskur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>