0

Bumbu Penyedap ala Chef Haryo Pramoe

Sep 28, 2014 13:58   Editor :  Aas Arbi

thumb.php.jpg

 

Siapa tak kenal juru masak kondang yang sering muncul di televisi, Chef Haryo Pramoe. Chef Haryo tampil pertama kali di acara demo masak dan obrolan santai soal ketahanan pangan, serta lomba cipta menu sambal di pameran Banten Expo 2014, Stadion Ciceri, Serang, Sabtu (27/9). Di acara demo masak, ia memberikan banyak pelajaran soal memasak menggunakan berbagai bahan alami.
Pengunjung demo masak dan peserta lomba cipta menu didominasi kalangan ibu-ibu. Kemunculan Chef Haryo disambut antusias. Ia memperagakan teknik memasak sambil menjelaskan cara masak pada acara yang dipandu dua presenter tersebut. Peserta dan pengunjung tampak interaktif melontarkan pertanyaan kepadanya.
Banyak hal unik yang diperagakan Haryo. Semua makanan yang ditampilkan bernilai sehat dan tidak menimbulkan penyakit. Pada setiap masakannya, ia tidak banyak menaburkan garam dan vetsin, apalagi bumbu penyedap atau istilahnya glutamat, serta tidak banyak menggunakan minyak sayur. Dalam menu masakannya, yang diberi nama ayam bumbu Bali dan semur bola daging pedas, hanya diberi tambahan jamur tiram, santan, serta jenis sayuran, seperti wortel, bayam, dan lainnya.
Tak disangka, saat para pengunjung mencicipi masakan Haryo, rasa tidak berubah. Justru lebih mengundang selera. Saat itu juga, para pengunjung pun mengaku tertarik mencobanya di rumah.
Haryo menjelaskan, sebagai pengganti bumbu penyedap atau glutamat, ia menggunakan glutamat alami sebagai syarat masakan sehat. “Makanan sehat itu, komposisinya nasi tiga sendok, sayuran, dan lauknya lebih banyak dalam satu piring,” terangnya.
Glutamat alami tidak seperti bumbu penyedap yang rasanya lebih tajam, tinggi garam, dan lemak. Penyedap jenis ini bisa dihasilkan dari sayuran seperti jamur, tomat, dan kacang. Atau, dihasilkan dari jenis bawang-bawangan. Selain itu, glutamat alami kerap digunakan pada masakan padang yang terkenal dengan bumbunya yang kental. Sementara, sebagai pengganti minyak sayur, ia memanfaatkan kulit ayam dan santan.
Adapun teknik lainnya, yakni membuat daging empuk. Caranya, ada proses pelayuan, yakni daging yang baru dibeli didiamkan dalam lemari pendingin selama 24 jam, idealnya dua hari. Setelah itu, daging direndam dalam air buah nanas selama lima menit. Dijamin, dagingnya empuk. Kurangi karbohidrat seperti makan nasi untuk sekali makan tidak boleh lebih dari 100 gram atau lebih banyak lauk dan sayur ketimbang nasi. Itu karena semua jenis sayuran dan buah-buahan sudah mengandung karbohidrat dengan kadar rendah.
Menurut Haryo, dengan menggunakan bahan dasar alami maka memasak apa pun terasa lebih mudah. Selain terhindar dari penyakit, pengeluaran biaya masak dinilainya lebih efisien. “Karena bahan alami tidak sulit ditemukan. Bisa di pekarangan rumah atau di pasar. Harganya juga lebih murah serta dengan menggunakan bahan alami, tandanya mereka peduli akan kesehatan keluarga,” katanya.
Ia menyarankan, masyarakat mulai mengonsumsi sayuran hijau dan buah-buahan atau biasa disebut makanan basah. Ia juga mengimbau agar berhenti makan menjelang tidur karena malah akan menimbulkan badan capai. Jadi, badan bukannya istirahat selama tidur, melainkan terus bekerja mencerna makanan. “Kalau memang lapar, sebaiknya makan buah saja, makan menjelang tidur malah jadi sampah. Pola pikir masyarakat juga perlu diubah soal belum makan nasi seperti belum makan. Makanan yang digoreng diganti menjadi dikukus, dipanggang atau direbus biar lebih sehat,” pintanya.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten Irhanudin Wahab menyatakan, alasan memilih Chef Haryo karena berkaitan dengan programnya pada ketahanan pangan. “Chef Haryo memasak menggunakan bahan-bahan yang bisa diproduksi sendiri. Dengan demikian, masyarakat bisa memahami teknik memasak tanpa membutuhkan biaya besar, tetapi bisa dioptimalkan,” terangnya.
Seorang pengunjung, Siti Masitoh, menyambut baik kedatangan Chef Haryo. Menurutnya, banyak pelajaran yang bisa dipetik terkait masakan, terutama yang berbahan dasar alami. “Saya mau coba di rumah. Sekarang jadi banyak tahu soal masakan sehat dan bisa mengurangi cost. Kalau bisa, kegiatan ini sering diadakan karena sangat bermanfaat,” ujarnya. (Nizar S/RB)

 


Tag : bumbu penyedap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>